Persalinan Gentle Birth
Stigma Masyarakat
Proses persalinan selama ini seringkali menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar orang.
Internalisasi konsep persalinan melalui banyak media seperti tayangan di televisi menjadikan gambaran persalinan yang menyeramkan semakin nyata.
Cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut, tentang pengalaman melahirkan yang menyakitkan dari seseorang kepada orang lainnya secara tidak sadar menciptakan pengalaman traumatik bagi pendengarnya.
Sehingga terekam dalam alam bawah sadar para perempuan-perempuan bahwa “kelak, saat aku melahirkan, aku akan semenderita itu.”
Oleh karena itu, perlu kita ubah mindset tentang proses persalinan menjadi sebuah pengalaman positif yang berharga. Agar semakin banyak wanita2 yang mampu memberdayakan diri dalam mencapai persalinan minim trauma.
Meski tidak dapat dipungkiri bahwa rasa sakit pasti ada.
Tapi kita punya kuasa untuk memilih respon terhadap rasa sakit itu.
Bagi saya, itu adalah cara bayi berkomunikasi dengan kita melalui sensasi. Percayalah sebagai manusia, kita punya kekuatan untuk mengendalikan diri.
Gentle Birth
Gentle birth, sebuah proses persalinan yang aman, nyaman, dan minim trauma.
Memandang persalinan tidak hanya sebuah proses biologis, tetapi juga spiritual dan psikologis. Kesiapannya diperhatikan secara holistik (menyeluruh). Mulai dari fisik, mental, juga rohani.
Tubuh, mental, dan spiritual merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan mendukung persiapan ibu hamil dari berbagai sisi.
Gentle birth tidak hanya berlaku bagi persalinan pervaginam, melainkan juga sectio caesarea. Karena setiap wanita berhak melahirkan minim trauma, apapun jalannya.
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran dokter. Jika anak Anda sakit atau Anda khawatir, hubungi tenaga kesehatan.
