Lompat ke konten
Dairy Bunda

My Gentle Birth Story

Sebuah cerita, langkah kehidupan yang baru.

PART 1 Partner Persalinan

Saya percaya bahwa hormon oksitosin yang merangsang munculnya kontraksi persalinan itu datangnya malu-malu. Maka proses persalinan ini saya sepakati untuk hanya dijalani berdua saja bersama suami.

Kami merasa sangat butuh ketenangan dan privasi untuk melalui proses sakral ini. Harapannya agar minim intervensi dari berbagai pihak lain. Karena jika ada banyak kepala, tentu akan banyak juga pemikiran dan pertanyaan berbeda, dan hal tersebut dapat mempengaruhi mood dan mental ibu yang hendak bersalin.  Dikhawatirkan, hormon oksitosin yang sudah muncul akan drop. Kemudian mengakibatkan hambatan persalinan.

Dengan berbekal ilmu yang sudah dipelajari saat kehamilan, kemudian kepercayaan satu sama lain dengan pasangan, juga tenaga medis yang ada di rumah sakit (provider) pilihan, saya merasa lebih siap menghadapi proses persalinan ini.

Saya percaya bahwa bayi itu sopan. Mereka akan mengeluarkan tanda-tanda terlebih dahulu jika hendak lahir. Seperti munculnya kontraksi, atau keluar lendir darah. Jadi saya hanya perlu mengikuti tanda-tanda yang muncul. Itu seperti sebuah komunikasi yang kita jalin bersamanya.

Namun jika kemungkinan terburuk bayi lahir saat saya sedang sendiri atau tidak bersama suami, maka saya pun percaya bahwa setiap ibu punya insting untuk melindungi anaknya.

Seperti beberapa kasus dimana seorang ibu melahirkan sendiri di kamar mandi, atau melahirkan saat sedang mencuci, dan mereka menangkap bayi itu sendiri. Lalu tenaga medis datang untuk membantu proses berikutnya.

Kejadian ini bukan hal yang mustahil. Dan ketenangan serta percaya terhadap diri sendiri saya rasa adalah sebuah kunci keberhasilan dalam proses ini.

Jadi proses persalinan ini dijalani berdua bersama suami, dengan rasa saling percaya dan juga ketenangan. Peduli dan fokus pada hal yang inti. Hasilnya, anak lahir dengan proses pervaginam dan minim intervensi seperti pemberian infus, episiotomi, ataupun tindakan medis lainnya. Ibu sehat bayi selamat.

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran dokter. Jika anak Anda sakit atau Anda khawatir, hubungi tenaga kesehatan.

Punya pertanyaan atau pengalaman?

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan. Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Jangan menulis data pribadi anak atau nomor telepon di sini.